EKONOMI KREATIF

591.jpg

EKONOMI KREATIF

Pameran merupakan ajang untuk menunjukkan potensi usaha kreatif di DIY. “Peserta yang berpartisipasi dalam pameran tersebut adalah
perajin yang dianggap layak pameran ini, meski masih di panggung lokal, “katanya. Dia mengaku, saat ini masih fokus ke
menembus pasar global. Selain dilema pendanaan ini, ia tetap membutuhkan dukungan pemerintah. Menurutnya,
Dukungan pemerintah saat ini cukup bagus namun tetap perlu ditingkatkan. “Saya senang bisa terlibat dalam pameran ini
untuk pemasaran Namun, saya harap layanannya akan lebih besar, “katanya. Untuk membuka usahanya, dia harus menjual mobil. Dana pertama
untuk membuka perusahaannya hingga Rp30 juta untuk membeli peralatan jahit. Ia juga belajar membuat syal dan tas dari kulit.
“Perputaran per pasangan naik turun antara Rp10 juta sampai Rp15 juta, kadangkala lebih banyak,” katanya. Harga dipatok, katanya,
perubahan. Untuk dompet pria dijual dengan harga rata-rata Rp300.000, dompet wanita antara Rp350.000 sampai Rp400.000. Tas kecil
Rp500.000 sampai Rp1,2 juta, tas besar terjual seharga Rp1,2 juta. Sementara untuk tas masif yang terbuat dari kulit ular dijual di a
harga Rp1 sampai 5 juta menjadi Rp1,8 juta. Kerajinan kulit memiliki prospek yang fantastis di Jogja. Beberapa individu memiliki
berhasil memasarkan ke luar negeri, tapi bagi pengrajin berbeda itu masih menjadi batasan. Diantara pemilik usaha kerajinan kulit
Di Jogja, Bayu Ratna Dhini menyatakan, ia memulai usahanya sejak empat dasawarsa yang lalu. Mulai dari mengunjungi temannya yang juga memiliki
sebuah perusahaan kerajinan kulit. Ratna mengatakan bahwa dia didorong untuk mengikuti jejak temannya yang telah mempromosikan produk tersebut
luar negeri. “Saya juga ingin ekspor, apalagi dia juga mendapat pesanan khusus. Untuk menjaga kualitas barang, Ratna selalu menggunakan
substansi dengan kualitas bagus. Bahan yang dia dapatkan dari Jogja bersama dengan Klaten. Harga beli bahan juga
berbeda. Untuk mendapatkan tas setidaknya empat bagian kulit sapi. Harga kulit ular agak lebih mahal yakni Rp 200.000 per meter.
“Kulit ular Piton lebih mahal,” jelasnya.Baca juga: pusat plakat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s