Penegakan SNI bisa mematikan kerajinan mainan tradisional

135

Penegakan SNI bisa mematikan kerajinan mainan tradisional

Menurutnya, penerapan SNI pada mainan tradisional dianggap memberatkan perajin karena usianya (perajin)
sudah terlalu tua, oleh karena itu sulit untuk memenuhi persyaratan dalam memenuhi SNI, seperti NPWP. “Perputaran mainan tradisional
Perajinnya tidak besar, hanya berkisar antara Rp300 ribu sampai Rp600 ribu / bulan, sedangkan untuk membuat SNI juga mahal,
jelas mereka akan keberatan, “jelasnya.” Apakah simbah-simbah (manula) memilikinya, dan apakah masuk akal jika mereka mengurus
NPWP, “kata Sulistyanto, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengharapkan
berwenang untuk tidak memberlakukan Standar Nasional Indonesia untuk mainan yang ditujukan untuk tahun ini. “Kami telah meninjau kebijakan SNI mainan,
dan sebagai kesimpulan bahwa mainan SNI juga diaplikasikan pada mainan tradisional, kami khawatir akan kepunahan, “jelas Bantul
Kepala Disperindagkop Sulistyanto pada hari Minggu. Jika pemerintah terus menerapkan SNI mainan, pihaknya mengantisipasi fasilitasi
Kementerian Perindustrian mengolah perajin untuk mendapatkan SNI.Baca juga: plakat kayu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s